MOCCA
Sabtu, 02 April 2011 by: irna amilia
Malam minggu lagi, sendiri lagi dan depan laptop lagi Goen sms kalo skrg dia lg loncat dan teriak-teriak sampai batuk di konsernya Jenny dan Efek Rumah Kaca, And here I’m, tidak mau kalah, mencoba menikmati waktu dengan menulis beberapa kata tentang Mocca, Band Indie dari Bandung yang musiknya aku suka banget karena personilnya memainkan instrumen yang beragam dengan lagu-lagu yang komposisi nadanya juga unik . Ada sentuhan swing-jazznya, disco, rock, pop dengan nuansa 60-an dan Eropa-eropa-an githu dech. Trus lirik lagunya pun sangat naratif, sederhana, indah dan paling penting kebanyakan pake bahasa Inggris. Jadi aku bisa nikmati musik sambil belajar bahasa inggris hehehehe, pokoknya enak banget listeningnya. Ibarat dengerin orang sedang berdongeng, nah lho?!Di bilank fans berat Mocca sih tidak tepat juga, buktinya aku cuman tau satu personilnya, yah siapa lagi kalo bukan Arina sang vokalis. Meski begitu, hampir semua lagu-lagunya ku kenal dengan baik, seperti:
on the night like this
friend
my only one
secret admirer
buddy zeus
listen to me
oh no
me and my boyfriends
i remember
once upon a time
dear diary
this conversation
happy
twist me around
swing it bob
i would never
untuk rena
Semua berawal waktu 15 biji kaset Mocca bertajuk Friends yang dititipkan di distroku untuk di jual, kalo gak salah ingat sekitar tahun 2004 atau 2005-an. Nah, biar ada yang beli, lagu-lagu Mocca pun sengaja diputar berulang-ulang. Pertama kali dengar lagunya, aku langsung jatuh cinta, karena komposisi musiknya diriku bangetttttttttttt lah, pokoknya suka suka suka suka suka….!!!!!!!
Akhirnya aku pun beli kasetnya dan memutar lagu-lagunya berulang-ulang di rumah. Nah, dasar diriku kalo lagi suka sesuatu, bawaannya suka cerita tentang hal yang kusukai itu dimana saja dan kapan saja. Jadinya promosi albumnya sukses. Hahaha.
Album Mocca yang cover-nya bergambarkan kepala para personilnya yang menyembul keluar dari balik layar panggung, berwarna merah dengan tulisan MOCCA “FRIENDS” ini pun tanpa sengaja mempresentasikan diriku yang perasaannya lagi galau se-galau-galaunya ke seseorang.
Ceritanya begini: Di tahun 2005 an, uhemm eheemm ini kalo ga salah ingat lagi, Pas abiz magrib, sepulang dari distro, aku putar lagu-lagunya mocca di kamar, trus lama-lama didengar, kok aku merasa, lirik-liriknya menggambarkan perasaanku waktu itu yah?
“ …if anyone/can fill my world with joy and happiness/and cast away all of my loneliness/always there beside me when i’m down /and never left my face with the frown/its you yes it is you my friends who can make it all come true/its you yes it is you my friend in need is a friend indeed/…….”
“… if you got an early feeling after hanging up the phone/sort of happy feeling but you’re not sure what its called/if you’re haunted by his face whenever you’re asleep at night/and think you hear silly voice just calling out your name/Oh NO, i think i’m in love with you/Oh NO, i’m hoping you’ll want me too/so please don’t let me down….”
“… He’s my only one/I give him all my love/even though my mom says no/i just go on and on/no one’s gonna take him away from me/every day and every night/i just wanna hold him tight/and make sure that everything stays rights/……
”….on the night like this/ there so many thing I want to tell you/ on the night like this/there so many thing i want to show you/coz when you around/i feel safe and warm / coz when you around/ …. “
So, tanpa di rencana, aku pun ngambil kaset dari tape, ku masukkan dalam kotaknya lalu mengambil kartu dan menulis beberapa kata di atasnya. Aku sudah lupa isinya apa tapi intinya…. Gimana aku berterimakasih atas pertemanan yang diberikan ke aku oleh seseorang yang membuat hatiku galau itu…
Keesokan harinya, aku ke kampus dan bertemu dengan orang itu. Ternyata dia ke kampus untuk berpamitan ke teman-temannya termasuk aku tentunya, karena dia akan pulang ke kampungnya di seberang laut sana. So, kumasukkan saja kado kecil itu ke dalam tasnya dan kubilang semoga bisa jadi hiburan selama liburan. Hahahah sekarang lucu juga mengingatnya. Kenapa yah dulu aku tak punya keberanian mengakui perasaanku kepadanya, malah sok ngasih kado pertemanan dengan harapan dia mengerti perasaanku setelah mendengar lirik-lirik lagunya hahahahaha dasar anak muda anak muda….
Kembali ke Mocca,
Kehebatan lain band ini yang bikin aku suka adalah konsistensinya untuk berada di jalur indie meski banyak perusahaan–perusahaan besar yang melirik dan menawari mereka untuk bergabung.
Dan meski jarang masuk infotaiment , mereka tetap eksis melalui karya-karyanya tentunya. Bahkan tanpa gembar gembor di media, mereka telah berhasil menembus pasar internasional bahkan manggung di berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Swedia, Jepang. Terakhir ku liat di Youtube mereka manggung di Korea Selatan. Bahkan beberapa lagu-lagu mereka sudah dipake sebagai soundtrack film Korea seperti Bandhobi dan Personal Taste yang tayang di Trans7 itu. Hebat bukan?
Last, kudoakan agar band-band indie macam Mocca, Jenny, Efek Rumah Kaca, Tika and The Dissidents tetap eksis untuk membuktikan bahwa tanpa label-label besar dan liputan infotaiment sekalipun mereka tetap bisa berkarya menghasilkan lagu-lagu berkualitas dan memberikan warna lain dalam industi musik Indonesia.


